el-GRen-US
Παρασκευή, 22 Φεβρουαρίου 2019

My Profile

   Minimize
Profile Avatar
CoyHarr7566
Erlenweg 46
Bern, NA 3027
Switzerland
031 851 51 95 https://www.nationalelektronik.com/2014/08/semua-yang-harus-anda-tahu-tentang-ac-low-watt-dan-ac-inverter/ *******
Sering lihat iklan penyejuk ruangan? Kalau kita observasi, hampir seluruh iklan hal yang demikian menggunakan watt sebagai iming-iming. Semakin rendah watt, semakin irit listrik. Meskipun tidak semudah itu.

AC dengan low wattage belum tentu lebih irit listrik jika dibandingkan dengan Air Conditioner dengan watt yang lebih tinggi. Betul sih, konsumsi tenaga (watt) rendah, melainkan kemampuan AC mendinginkan ruangan juga rendah.

Kalau dibandingkan dalam ruangan ukuran sama, ac watt rendah bakal lebih lama menyejukkan udara di ruangan ketimbang Air Conditioner dengan watt lebih tinggi. Cara yang benar untuk menghitung seberapa efisien penyejuk ruangan berprofesi yaitu dengan membandingi rasio input serta output.

Untuk Air Conditioner, skor efisiensi umumnya diucapkan dalam angka energy efficiency ratio (EER) dengan satuan Btu/Wh. Angka EER adalah perbandingan antara kapasitas pendinginan dalam satuan Btu/jam (Btu/h) serta konsumsi kekuatan dalam satuan watt (W).

Kian tinggi nilainya, artinya semakin hemat tenaga. Lazimnya, Air Conditioner irit tenaga mempunyai angka EER di atas 12. Bagaimana apabila tidak ada angka EER?

Sebagian produsen AC tak mencantumkan angka EER dalam produk mereka, namun coefficient of performance (COP). COP memiliki satuan W/W. Nah, untuk mengonversi COP ke EER, caranya dengan mengalikannya dengan 3,41 (EER = COP x 3,41).

Kadang ada brosur produk Air Conditioner yang mencantumkan poin EER tetapi dalam satuan W/W. Ini tak pas, untuk menerima nilai EER yang sebetulnya, kalikan dengan 3,41.

Info pantasnya merupakan mayoritas produsen Air Conditioner mencantumkan nilai EER atau COP pada brosur produknya. Kecuali itu, semua AC hemat listrik yang diiklankan memang memiliki EER yang tinggi, bukan hanya penggunaan dayanya rendah.

Informasi buruknya yakni skor EER atau COP bisa jadi tidak terstandarisasi. Perbedaan konfigurasi ruangan, suhu dalam serta luar ruangan, metode pengambilan data, dan elemen-unsur eksternal lainnya di luar AC-nya itu sendiri bisa saja memberi pengaruh nilai EER, terutamanya untuk AC inverter yang konsumsi kekuatannya dinamis.